Sialan jawabku, sebab perkiraanku Erik mengajak bercanda atau sengaja memanas-manasiku. Bokep baru Entah palsu atau tidak, yang pasti dia mengaku bernama: Ayu. Kalau diibaratkan buah, Nia itu masih terlihat segar, dan akan begitu enaknya bila dimakan. Rupanya Erik pun lebih menyukai gaya konvensional. Bahkan tangannya berpindah ke rambutku. Usianya satu tahun di atasku. Kontan saja, aku langsung menanyakan latar belakang gadis yang dibawanya, setengah berbisik-bisik di luar kamar.Menurut Erik, gadis itu bernama Nia. Bisa fatal akibatnya. Sebuah keadaan yang sangat memalukan di hadapan seorang wanita. Aku sering melakukan perjalanan ke luar kota. Pompaannya semakin dipercepat. Sedih. Dia adalah Teh Ana. Wajar sekali jika akhirnya Wiwi jatuh kepada pelukan lelaki lain, walau masalahnya bukan karena perselingkuhanku.Aku tak merasa wajahku tampan, walau banyak yang




















