Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Bokepterbaru Lidya ikut berbaring di sampingku. Dia tersenyum-senyum. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Amanda Iangsung memberitahu. Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta.




















