Ini Bram, Bunda suruh pulang untuk nganterin koper ke kantor Papanya.”“Nita, entar sore aja Bun, berangkat sendiri ke rumah Bunda. Bokepterbaru Terus siapa coba yang mau baca cerita ini?! Setelah memarkirkan mobil, aku memasuki rumah dengan langkah gontai.“Assalamualaikum…” aku memberi salam sambil menutup kembali pintu.“Waalaikum salam…” Bunda menjawab salamku.Aku menghampiri Bunda dan menyalim tangannya.“Kok anak Bunda wajahnya lesu banget sih?” tanya Bunda padaku.“Capek, Bun, jalanannya macet banget.” jawabku.“Sudah makan, sayang?” tanya Bunda lagi.“Sudah.. Apaan ya?? Seperti biasa aku menyalakan rokokku. Alkohooooooollll…….”Aku bernyanyi di dalam kamar mandi untuk menghilangkan pikiran jorok yang mengendap dalam otakku.“Brrrr…. Yehhh… Yehhhh… Yeahhhh….Anak perawan kembang metropolitan
Selalu resah dalam penantian
Anak perawan korban keadaan
Selalu menanti dalam keresahan.Oouuuoouuuhhhh… Ahaayydekkk…”Senandungku untuk menyemangati pagi hariku saat berkendara menuju kampus tercinta yang tidak




















