sampai suatu malam, Vina tidak mendengar lagi suara suara dari cermin itu. Bokep mahluk itu menunjuk satu jalan yg harus dilewati Vina. ia menatap seisi ruangan, ini bukan kamarnya, ini sebuah rumah kosong, tak ada siapapun dan apapun disana
Vina menjerit histeris, jeritannya dijawab dengan gonggongan ******, dan kemudian ia mendengar ada ribut ribut di depan rumah itu, pikirannya kacau, dan tak bisa fokus, yg terakhir ia dengar adalah suara sirine polis dan ambulan, dan suara kerumunan orang. matanya tertutup saat tangan yg lain bermain di puncak buah dadanya, membuat putingnya mengeras. “jangan takut pengantinku….ini hanya sakit sedikit….”kata mahluk yg membawa Vina, sambil tangannya menjelajahi seluruh lekuk tubuh Vina yg polos.




















