Lama juga ia mengoralku, sebenarnya aku ingin Mira menerapkan tekniknya Lidya, tapi aku tak tega meminta saat kulihat ia mulai kepayahan.Itu bisa ditunda buat kapan-kapan, yang penting sekarang hasratku terpenuhi dulu. Bokepterbaru Kantong bola itu ia emut-emut disertai dengan mengocok batangnya menggunakan tangan.Perlahan tapi pasti, penisku mulai ereksi penuh. Ia merintih dan meringis karena nyeri, namun juga merasa nikmat.Kurasakan dia sebentar lagi akan klimaks, dinding-dinding vaginanya terasa berdenyut kencang memijit batang penisku yang masih bergerak cepat.”Ayo, Mas… terus… Mira sudah mau…” desahnya dengan nafas tersengal-sengal.Tak lama kemudian kurasakan tubuhnya menggeliat sambil mendesah panjang menandakan orgasmenya yang sudah tiba.










