Nyonya Hana meyuruhku untuk masuk ke dalamnya. Bokep baru Nyonya Hana lalu mengikat kedua kakiku dengan tali pada ujung sudut-sudut tempat tidur yang digunakan untuk mengikat kedua tanganku. Dia lalu menyalakan lilin itu. Selain ikatan tubuhku semakin kuat, aku juga telah banyak kehilangan tenaga.Dalam keadaan seperti ini, kedua kakiku dalam keadaan mengangkang ke atas dan pantatku pun tepat berhadapan dengan Nyonya Hana. Aku sedikit gembira karena tubuhku sudah sangat lemas. Aku sangat capek saat itu. Telepon di kontrakanku berdering. Kini aku semakin tidak berdaya. Semenit kemudian, dia sudah berdiri di belakangku.Dia lalu mendekatiku dan berkata, “Hei budak, kamu adalah milikku dan saat ini aku ingin sekali menyiksa kamu.




















