Tak lama kemudian Ayu tertidur dengan senyum di bibirnya. Bokep Faried selalu menganggap persetan dengan semua anggapan sinis tentang dirinya. Terlebih, ketika muncul rasa cemburu, saat Ayu terlihat digandeng oom-oom kaya yang lebih pantas menjadi ayahnya. Ia menjalani rutinitas ekstranya seperti biasa, ia menjemput Ayu pada waktu dan tempat yang sama.“Maaf, apa ini punya Mbak? Banyak sekali,” sahut Ayu, suaranya terdengar hambar, kedengarannya ia seperti melontarkan sebuah lelucon atau apologi? Dia mendesah, mendesis. Ayu berulang kali mendesah, melenguh, mendesis, meracaukan kata-kata yang tak jelas. Setelah beberapa saat, mendadak dia mengejang lagi, melenguh dan mengerang,“Aaagghh..! Percakapan mereka pun, baik ketika pergi maupun pulang, biasa-biasa saja.




















