tegur bi Murni setelah dia berada dimuka pintu kamar. Bokep terbaru Ia pasrah apa yang akan dilakukan lelaki itu lagi, ia biarkan kemauan lelaki itu berbuat semaunya.Perlahan lahan Fachdat menekan pelirnya yang sudah agak masuk kedubur Nita.Setelah ditekan, lalu ditariknya. Kata dokter sakit perut biasa…..! Dengan langkah langkah gontai, ia berlalu menuju kekamar mandi. Mengarahkan diri karena takdir, dan tidak bisa menyalahkan siapa siapa, yang salah adalah penyakit yang pernah dialaminya.Demikianlah kehidupan Bahri yang telah ber-juang, berupaya, menahan segala resiko karena menyakit laknat itu. Setelah mendengar jawaban itu, bi Murni tidak lagi bertanya, ia langsung saja mengerjakan pekerjaan lain.Kini Nita sudah puas. pikirnya kaget. Akh…. Di percayakan dengan milik sendiri kan lain, Nit!Yah…..terserah kamu lah potong kemu-dian, Sudah punya putra berapa sekarang?

