Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Hap. Bokepterbaru Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Sial. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Kadang-kadang ketimun. Kadang-kadang ketimun. Langkahku semangat lagi. Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Kerjaan yang menumpuk sama merangsangnya dengan seorang wanita dewasa yang keringatan di lehernya, yang aroma tubuhnya tercium. Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Wien, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Semua orang bebas masuk asal punya uang.




















