Aku pura-pura menghela nafas penuh simpati. Bokepterbaru Ia tampak berpikir sebentar, dan kemudian meunjuk bibirnya:
“ini Kakek, saya di sun di bibir”, katanya. Kemudian aku menghela nafas dan berkata:
“aku juga harus melakukan yg sama Cah Sara. Namun bagaimanapun suasananya sangat asyik. Si Kakek ini siap mendengarkan kok”.Akhirnya setelah mengatur nafas, Juminten melanjutkan:
“anu.., saya sering mimpi, lagi di anu sama Pak Kartolo. Aku meloncat berdiri, diikuti si Juminten yg juga terlonjak kaget mendengar bentakanku:
“Kakek.. teriak dan lari keluar dari kamar mandi, karena ketika ia sedang mandi melihat kepala Pak Kartolo mengintip dari bagian atas kamar mandi yg memang tidak tertutup. Lidahku masuk ke dalam rongga mulutnya, bergerak ke kiri kanan namun tidak mendapat respons dari lidahnya. rasanya keri (geli) sekali..”.




















