“Ya Pak, sejak Bapak jadi manager ,bapak ga pernah ke kantin lagi….”. Bokep uuuddaaaahhh… mmmaaauuu… saaammmpppee…aaahhhh… aaaooohhhh…. Dan tanpa disuruh mbak Merry, mulai melepaskan celana ku. “Mbak, tolong jangan sampe ada yang tau ya…”. Mbak Merry menjawab dengan perlahan. Mbak Merry menjawab dengan perlahan. Tanpa menunggu lama aku pun melumat kedua payudaranya yang indah itu.Mbak Merry mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur, kemudian naik turun dengan irama yang teratur. Umurnya tidak berbeda jauh dengan ku. Dia pun tersenyum lalu menjawab ,”Tenang aja mas, saya juga ga mau kalau suami saya sampai tau..”. Dia mulai memainkan lidahnya di lidahku. ssstttthhhh…. Belum sempat mbak Merry menjawab, aku langsung menciumi bibirnya.




















