Kujelajahi sampai dua pertiga lapangan sambil mengarak dan mendrible bola, sementara Tante merapatkan pertahanan menunggu serangan sembari melayani dan menghalau tusukan-tusukanku yang mengarah ke jaring gawangnya. Bokep terbaru Dia takut sekali karena sewaktu masih hidup tetangga itu mengatakan kepada banyak orang bahwa sampai di kuburpun dia tidak akan pernah berbaikan dengan Tante Ratih.Lanjutannya ketika aku pulang dari latihan sepakbola, ibu memanggilku. Wajah cakep. Madu lebahnya kusendok lebih banyak.Tante tidak lama mandinya dan aku sudah menunggu tak sabar. “Saya kan dapat lagi ya Tante”, tanyaku menggoda. Agak kecewa kubukakan pintu dan Tante Ratih memberikan handuk bersih. Aku sebenarnya ingin sekali seandainya Lala jadi pacarku, tapi mana bisa. Tapi senjataku masih tertanam mantap di memek tebalnya.“Enak Tante?”, bisikku.




















