“Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin. Bokep terbaru “Kenapa? Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja. Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak. Bahkan tiga orang pembantu wanita, menempati satu kamar. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur.Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi. Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku langsung dipanggil untuk menemuinya. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki. Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu. Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh.




















