Sesampainya di kamarnya aku menahan bahunya, aku lupa sesaat kalau ini bakal terjadi lagi.BUK!2 detik kemudian aku sudah terkapar berada dilantai, terbanting oleh jurus Seoi-Otoshi nya. Ga salah dengar nih? Bokep baru Gue dah capek kaya gini.” Nafasnya memburu. Kurasakan gerakan pelan dada Bulik yang menarik nafas, sinetron di TV terus berlanjut. Manukku yang sedang ngaceng menempel erat di pinggulnya.“Terima kasih ya lik, Lalu bapak ngomong apa lagi?” tanyaku sekedar lalu, tetapi konsentrasiku ada di bagian bawah tubuhku, dengan hanya dibatasi celana kolor, manukku terasa menempel di bagian belahan pinggul Bulik Tin. “Lalu kenapa kamu seperti tidak punya aturan? Sekarang kehidupan harus terus berjalan.




















