Ketemu aja cuma 3 kali sebulan.”
“Biar 3 kali, tapi kalau diintensifkan, mungkin bisa juga. Aku tidak bisa membayangkan rasa sakit seperti apa yang akan menyerangku saat batang besar itu masuk mengaduk memekku?“Sit,” kupegang tangan Sita ketika bang Irul semakin mendekat. Bokep terbaru “Emang ada apa?”Aku pun bercerita panjang lebar tentang kunjungan mertuaku barusan, juga kata-katanya yang pedas,“Setelah kupertimbangkan, sepertinya, aku harus menerima tawaranmu, Sit.” lirihku. Dia lebih banyak menemani bosnya daripada istrinya sendiri. “Tidak.”Ah, aku bernafas lega.“Mas selingkuh?” aku bertanya lagi.Dia mendelik. Itu rumah baru kita.” katanya dengan gembira. Aku sudah mengkhianatimu!” bisikku dalam hati.Kupeluk dia dan tergugu di pundaknya.




















