Nyonya Wulandari langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di dadaku yang basah berkeringat. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu. Bokepterbaru Padahal semula dia sudah putus asa. Aku memeluk punggungnya yang terbuka, dan merasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat. Semuanya aku simpan di bank. Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli. Tidak kalah dengan tubuh gadis-gadis remaja belasan tahun. Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Karena bekal yang kubawa juga tinggal untuk makan beberapa hari lagi.




















