Buatku secantik apapun perempuan jika tidak punya tiga unsur itu, hambar dalam selera dan pandanganku.Seperti sebuah buku kartun yang tolol dan tidak lucu saja layaknya. Bokep Tanya Bu Miranti menatapku.Aku menggangguk tersenyum. Ini yang pertama.Bu Miranti menggoyang-goyangkan pinggulnya, setengah berputar putar dan kadang naik turun. Aku berjingkat perlahan dan menutup kedua matanya dengan tanganku dari belakang. Aku bingung.Mau ngomong apa, seribu kata aduk-adukan diotak hingga aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Kedua tangannya memegangi bagian belakang kepalaku seolah takut aku melepaskan ciuman bibirku. Tetapi semua itu berjalan hanya sampai kurang lebih 4.Disuatu malam dari balik jendela kamarku kulihat beberapa kali ibu Miranti keluar masuk rumah dengan gelisah menunggu Pak Bagong yang sampai jam 22.00 belum pulang.




















