Ada sedikit rasa sesal, tapi segera kuguyur kepalaku untuk menghilangkan rasa gundah di dadaku.Sorenya Eki kembali main ke rumah. Aku mengarahkan tangan Eki untuk meremas-remas payudaraku lagi. Bokepterbaru Kami bercakap-cakap sebentar tentang sekolahnya dan sebagainya. Kok repot-repot?” katanya sungkan.“Gak papa, kok.”Aku duduk di depannya sambil tak sengaja mengelus perutku. Masak nggak tahu?” tanyaku iseng menggodanya.Tiba-tiba mukanya memerah. Tapi kemudian aku dan beberapa ibu yang lain pindah ke halaman, karena lebih bebas dan bisa berdiri. Apa yang salah dengan diriku?“Aku nafsu lihat badan Ibu…” kali ini Eki menatap wajahku. Kenapa tidak kuteruskan saja persetubuhanku dengan Eki, toh kontolnya sudah menancap di tempikku.




















