Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku. Bokep “Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku” ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. Jijik rasanya aku terhadap tubuhku sendiri. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika tiba-tiba Pak Toyo memeluk pinggangku. Karena tidak ada orang lain di rumah, sebelum Pukul sembilan kios sudah kututup.Rupanya, setelah sampai di rumah dan menyerahkan sepeda kecil kepada adik, Pak Toyo beralasan harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya malam itu juga. Bahkan kadangkala bila dua atau tiga hari saja Pak Toyo tidak datang menjengukku, aku merasa kangen dan ingin sekali merasakan jamahan-jamahan hangat darinya.Perasaan itulah yang kemudian membuat aku semakin tersesat dan semakin tergila-gila oleh




















