Di restoran kami banyak berbincang bincang, mengenai bisnis dan segala macam. Bokep baru Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun. Dia hanya mendengarkan sembari memberi komentar yang melegakan.Dia menyadarkanku bahwa aku tidak seorang diri di dunia ini yang mempunyai banyak masalah, dan bahwa masih ada orang lain yang bisa dipercaya. Sementara aku belum selesai berpakaian. Berbisik dia mengucapkan rasa cintanya kepadaku, bahwa dia mengharapkan aku pun begitu. Aku pun membuka pintu itu dan Bagas sudah berdiri di depan pintu.Di lobby sudah menunggu 2 teman Bagas lainnya. Hanya tinggal sisa waktu untuk tidur dengan perasaan puas.Tak terasa hari ini adalah hari terakhir pameran. Sampai saatnya Bagas berdiri dan memakai kondom, kemudian membuka kedua kakiku.




















