Lalu mereka duduk di lantai dan menonton adegan mesum yang sedang terjadi antara aku dan Maki. Bokep Aku sangat merindukanmu Winda!”, pancing Dino.“Sesukamulah…!”, Aku tahu benar memang itu yang diinginkannya.Dino tertawa penuh kemenangan.Ia melarikan mobilnya makin kencang ke arah sebuah kompleks perumahan. Aku membanting pantatku ke kursi mobil depan, dan pemuda itu langsung menancap gas. aku tidak menolak lagi. Sambil nyengir kuda. Si Makipun sampai berdiri mendekat ke arah kami berdua seakan ia tidak puas memandang kami dari kejauhan.Namun beberapa detik kemudian, Dino mulai merenggangkan kedua belah pahaku lebar-lebar. Mestinya aku yang harus tanya, kau mau ke mana?”, tanya Dino pura-pura heran.“Sudahlah Dino, tak usah berpura-pura lagi, kau mau apa?”, Suaraku sudah sedemikian pasrahnya.




















