kata Tamara sambil menahan diri agar tidak menangis, nada suaranya bergetar ketakutan, ia melirik ke arah Rafly memohon ampun. Tamara meronta sesaat tapi dia kemudian teringat kalau saat ini mereka sedang berhadapan dengan live audience, tidak saja yang berada di studio tapi juga sebagian besar masyarakat yang menonton di depan televisi sedang memperhatikannya, dia tidak ingin melakukan tindakan brutal dan emosional yang nantinya bisa menimbulkan keributan dan skandal. Bokep Aduuuhhh!! Satu, selama acara ini berlangsung, dia harus menuruti semua permintaan saya, Mas Tukul dan Peppy. Air liur Tukul turun tanpa bisa dikendalikan. Sudah cukup kan mempermalukan aku? Jangan kumohon demi kehormatanku, jangan membuatku lebih terhina dari ini, Mas.




















