Rene!” Rina menyingkirkan telapak tangan Rene dari dadanya, meninggalkan ruang tamu dan Rene yang tertawa-tawa, menghampiri adiknya yang mengomel panjang lebar di luar rumah. masih ngga berani keluar?” Rena merasa wajahnya merona, “Iya..” “Besok kujemput pulang sekolah?” “Iya.. Bokepterbaru Sopir taksi itu menatapnya geli dari balik kaca spion. Adiknya yang duduk di belakang seakan menikmati suasana panas di siang hari itu, sementara kakaknya sesekali mengelap keningnya yang basah oleh keringat. Rene menjambak rambutnya dengan kesepuluh jemarinya.Gila.. “Rina, tahan dong.” Rene berkata panik. “Ahhkk.. bangsat! aku..’ Rene menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, matanya merawang menatap langit- langit kamarnya. Rina mencium foto itu berulang-ulang, membayangkan kehangatan cowok itu saat memeluknya, menciumnya, mencumbunya.. Rene tak menghiraukan pertanyaan orang- orang di sekitarnya, memegangi bahu




















