Ia hanya menyapukan lipgloss tipis, yang membuat jantungku semakin deg-degan.Aku segera menancap gas menuju tol ke arah Ancol. Bukannya melarang, Eksanti malah mengambil sabun, dan mulai menyabuni tubuhku. Bokep terbaru “Mas, jangan..!”, Eksanti mencoba menarik tangan kami yang kini sedang mereMas, menggelitik payudaranya. Hanya itu yang keluar dari mulutnya. boleh?”, pintanya manja. Selama perjalanan, aku dan Eksanti tentang berbagai hal, termasuk Yoga dan kehidupan keluargaku.Sesampainya di Ancol aku mengajak Eksanti untuk makan di sebuah rumah makan di tepi laut yang nuansa romantisnya sangat terasa. Namun aku diam saja, yang penting dia sudah mau aku ajak pergi, tinggal penyelesaiannya saja.Lagian kenapa harus minta tanggung jawab, aku tidak melakukan apa-apa dengannya, pikirku lagi.




















