“Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya!”, kataku. Sebab caranya sama seperti apa yang aku lakukan kepada mbak Ratih. Bokepterbaru Wajah kami saling berhadapan. Aku masih kelas 2 SMA. Pengaruh hipnotisku jalan. “Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya!”, kataku. Penisku sudah on dari tadi sebenarnya. Ini adalah lapis perintah kedua. “Iya”, katanya. “Nikmat ndak?”, kataku. Benarlah, mbak ratih mulai meremas kepalaku. Ayah dan ibu sudah tidur, cuma diriku saja yang ada di ruang tamu nonton tv. Kurang lebih setelah dua bulan lamanya aku pun sudah bisa menggunakan ilmu hipnotis. “Denok, denok, denok”, kataku.




















